Berita

Pulihkan Lahan, Menteri LHK Pimpin Puncak Acara GNPDAS 2019


10-12-2019


Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Siti Nurbaya menghadiri dan memimpin langsung puncak acara Gerakan Nasional Pemulihan Daerah Aliran Sungai (GNPDAS) tahun 2019 pada Kamis (5/12/2019). Bertempat di Area Model Konservasi Edukasi (AMKE) Desa Oro-oro Ombo, acara GNPDAS membawa tema “Pulihkan Lahan Membangun Masa Depan” dengan maksud untuk memberikan inspirasi kepada masyarakat agar melakukan pemulihan hutan dan lahan. 

Membuka acara, Walikota Batu menyampaikan pentingnya menjaga kelestarian alam dan sungai. Beliau menyampaikan bahwa Kota Batu sudah memiliki berbagai usaha untuk melestarikan alam, salah satunya melalui Sapu Bersih Nyemplung Kali (Saber Pungli) dan pembuatan pot menggunakan pampers. 

Sedangkan Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa menyampaikan bahwa dibutuhkan sinergi dari masyarakat, pemerintah Kota hingga Pusat untuk dapat melakukan pemulihan daerah aliran sungai dengan efektif. Mengenai sampah dan hal-hal yang berhubungan dengan pemulihan daerah aliran sungai yang menjadi PR, beliau berharap dapat mengubahnya menjadi Rp. Sebagai contoh, menjadikan daerah aliran sungai sebagai tempat pariwisata atau mengubah sampah pampers menjadi pot bahkan pupuk. 

Dalam sambutannya, Menteri LHK, Siti Nurbaya menyampaikan tiga hal untuk melakukan pemulihan hutan dan lahan. Adapun tiga hal tersebut yaitu penanaman hutan gundul, penanaman area bekas tambang, dan melaksanakan gerakan ecoriparian. Beliau menekankan, tujuan gerakan ini tidak hanya melestarikan alam, namun juga meningkatkan kesejahteraan rakyat. 

Diselenggarakan selama dua hari (4-5/12/2019), GNPDAS diisi dengan kegiatan yang melibatkan masyarakat dengan berbagai lomba dan hiburan kebudayaan. Digelar juga pameran kegiatan dan usaha untuk memulihkan daerah aliran sungai dari berbagai daerah. Tidak lupa diberikan penghargaan kepada tokoh masyarakat peduli lahan kritis dari seluruh Indonesia, salah satunya adalah warga Oro-oro Ombo, Sri Asih, yang juga menjabat penyuluh kehutanan Dinas Kehutanan Provinsi Jatim dan penggagas Area Model Konservasi Edukasi (AMKE).

Dalam acara ini, dilaksanakan juga penanaman 4500 bibit pohon Macadamia di AMKE. Dipilihnya tanaman Macadamia karena tanaman ini memiliki nilai ekonomis yang tinggi. Macadamia diolah menjadi produk makanan seperti kacang Macadamia. Harga kacangnya per kilo Rp 70.000 per 120 gram.


Sumber : Tim MEDSOS | Dinas Kominfo