Berita

Evaluasi PPKM Jatim Jilid II, Data Menunjukkan Penurunan


06-02-2021


 

 

Menjelang berakhirnya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Jilid II, Pemerintah Provinsi Jawa Timur bersama Forkopimda Jatim menggelar evaluasi khusus untuk penerapan PPKM di sejumlah daerah di Jatim, Kamis (4/02) malam. 

 

Rapat Evaluasi dilaksanakan secara virtual dan dipimpin langsung oleh Gubernur Jawa Timur,  Khofifah Indar Parawansa serta jajaran forkopimda menghasilkan beberapa kesimpulan. 

 

Menjelang berakhirnya PPKM Jilid II pada tanggal 8 Februari 2021 mendatang, mobilitas masyarakat dan protokol kesehatan akan lebih disorot agar seminggu setelah PPKM usai, menurut Gubernur, evaluasi baru dapat diperoleh. 

 

Selain itu, data evaluasi menunjukkan hasil yang menggembirakan. Yaitu tingkat keterisian ruang isolasi sebelum PPKM sebesar 79 persen, setelah PPKM turun menjadi 54 persen, lalu ruangan ICU sebelum PPKM 72 persen, setelah PPKM 69 persen. 

 

Sementara untuk Rate of transmission yang sebelumnya 1,10 persen, turun 0,28 persen menjadi 0,82 persen. Kemudian pasien yang meninggal dari rata-rata 60-80 menjadi 40-50. Tingkat kesembuhan dari 500 menjadi 700-800. 

 

“Zona merah tinggal dua, Trenggalek dan Kabupaten Madiun. Meski pun menunjukan data yang menggembirakan, kita tidak boleh lengah walau pun ada penurunan,” kata Khofifah. 

 

Pemerintah berupaya untuk melakukan peningkatan PPKM dengan ketat, penambahan Kampung Tangguh oleh Kapolda, memasifkan operasi yustisi dan melibatkan tokoh masyarakat dalam sosialisasi. Hasil Evaluasi nantinya akan menjadi pertimbahan, apakah PPKM diperpanjang atau tidak.


Sumber : Dinas Kominfo Kota Batu