- Pemerintahan
Sinergi Pariwisata, UMKM, dan Pertanian untuk Masyarakat Sejahtera
Dalam rangka memperingati Hari Jadi Kota Batu yang ke-23, acara Cangkrukan spesial digelar di Balai Kota Among Tani, Kota Batu, Kamis (17/10/24). Acara yang disiarkan oleh JTV ini dikemas dengan suasana santai dan ringan, menghadirkan berbagai narasumber, termasuk Pj. Wali Kota Batu, Aries Agung Paewai; Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Batu, Mas Rocky; dan pengusaha UMKM tanaman hias, Lily Indayani. Tema yang diangkat, "KWB Pasti Bisa, KWB Maju, Masyarakat Sejahtera," menggambarkan komitmen sinergi sektor pariwisata, UMKM, dan pertanian untuk kesejahteraan masyarakat.
Pj. Wali Kota Batu: Pemerintah Hadir untuk Masyarakat
Aries Agung Paewai menjelaskan rangkaian kegiatan Hari Jadi Kota Batu yang sudah dimulai sejak tanggal 1 Oktober. Ia mengungkapkan bahwa peringatan ini bukan hanya sekadar seremonial, tetapi diharapkan memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Salah satu upayanya adalah bekerja sama dengan PHRI dalam memberikan diskon di hotel dan restoran. "Harapannya, semakin banyak wisatawan yang datang ke Kota Batu selama bulan Oktober," ungkap Aries.
Ia juga menyoroti kekuatan sektor unggulan Kota Batu, yakni UMKM, pertanian, dan pariwisata. Pariwisata di Kota Batu dikenal dengan wisata alam dan buatan, sementara sektor pertanian unggul dalam produk hortikultura dan tanaman hias. Aries menambahkan bahwa produk hortikultura yang perputarannya lambat bisa diolah menjadi produk baru seperti keripik. Selain itu, Aries bangga karena pertanian dan UMKM Kota Batu sudah go internasional, seperti ekspor tanaman hias hingga produk UMKM ke Meksiko.
PHRI Dukung Penuh HUT Kota Batu
Ketua PHRI Kota Batu, Mas Rocky, turut memberikan pandangannya. PHRI, katanya, selalu mendukung peringatan HUT Kota Batu dengan memberikan diskon di hotel dan restoran. "Diskon rata-rata 23%, menyesuaikan dengan usia Kota Batu yang ke-23, bahkan ada yang sampai 40%," kata Rocky. Ia menambahkan, PHRI juga berafiliasi dengan SMK perhotelan, mall, dan rumah sakit, yang semakin membuat wisatawan merasa aman dan nyaman saat berkunjung ke Kota Batu.
UMKM Kokedama Kota Batu Ekspor hingga Jepang
Lily Indayani, pelaku UMKM Kokedama di Kota Batu, bercerita tentang produk unik yang mereka ekspor ke Jepang, yaitu bola tanaman hias yang dikenal sebagai kokedama. Dengan dukungan pemerintah, termasuk HAKI dan fasilitas ekspor, Lily dan timnya telah berhasil mencapai omzet Rp50 juta per bulan. "Kami juga melibatkan petani dan narapidana wanita dalam produksi kokedama ini," ungkapnya. Lily berharap UMKM Kota Batu bisa terus menjadi roda penggerak ekonomi masyarakat.
Dukungan Lingkungan dari PT Kencana Maju Bersama
Dalam acara tersebut, PT Kencana Maju Bersama turut memberikan kontribusi dengan menghadiahkan rak sampah dari baja ringan kepada Kota Batu. Hadiah ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. Susanto, perwakilan dari PT Kencana Maju Bersama, menjelaskan bahwa rak sampah ini adalah hasil karya 300 siswa SMA/SMK di Kota Batu. "Harapan kami, masyarakat lebih mandiri dan tidak membuang sampah sembarangan," kata Susanto.
Harapan Bersama untuk Kota Batu yang Lebih Maju
Menutup acara, Aries Agung Paewai menyampaikan komitmen pemerintah dalam mendukung masyarakat Kota Batu. Ia menegaskan pentingnya peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di Kota Batu untuk menjaga keberlanjutan kemajuan ekonomi daerah. "Jika SDM kita meningkat, warga Kota Batu yang akan menjadi pemimpin masa depan," ujar Aries.
Dalam kesempatan yang sama, Lily berharap UMKM dapat terus menjadi motor penggerak ekonomi, sementara Rocky mengajak seluruh stakeholder pariwisata untuk terus menjaga citra Kota Batu di tingkat nasional dan internasional. "Kita harus bersinergi agar masyarakat Kota Batu semakin sejahtera," tutup Rocky.
Acara Cangkrukan ini menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat dalam membangun Kota Batu yang lebih maju dan sejahtera di usianya yang ke-23.

