10

Jul
  • Pemerintahan

Mengenal Fenomena Mbediding di Kota Batu, BMKG: Siklus Tahunan

  • by Admin
  • 10-07-2026
  • Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Batu

Warga Kota Batu belakangan ini merasakan suhu udara yang jauh lebih dingin, terutama pada malam hingga pagi hari. Fenomena yang dikenal masyarakat Jawa dengan istilah ‘mbediding’ ini merupakan kondisi alam yang lazim terjadi saat musim kemarau dan bukan termasuk cuaca ekstrem.

Prakirawan BMKG Stasiun Klimatologi Karangploso Malang, Linda Fitrotul, menjelaskan, mbediding merupakan siklus tahunan yang umumnya berlangsung pada Juni hingga September. Puncak suhu dingin diperkirakan terjadi pada akhir Juli hingga Agustus, bertepatan dengan puncak musim kemarau.

"Di bulan Juli, Agustus, hingga September memang hal yang wajar terjadi. Memang siklus tahunannya seperti ini karena posisinya kita berada di musim kemarau. Nanti di akhir Juli sampai Agustus merupakan puncak musim kemarau sehingga akan terasa lebih dingin," jelas Linda.

Secara bahasa, mbediding berasal dari bahasa Jawa yang berarti udara dingin menusuk. Fenomena ini terjadi karena pada musim kemarau kelembapan udara cenderung rendah dan tutupan awan berkurang, sehingga panas bumi lebih mudah terlepas ke atmosfer pada malam hari. Akibatnya, suhu udara terasa jauh lebih dingin, terutama di wilayah dataran tinggi seperti Kota Batu. Sebaliknya, pada siang hari suhu udara dapat terasa cukup panas sehingga perbedaan suhu antara siang dan malam menjadi lebih besar.

Masyarakat dapat mengenali fenomena mbediding melalui beberapa ciri, di antaranya udara yang sangat dingin pada malam hingga pagi hari, kelembapan udara yang rendah, perbedaan suhu yang cukup kontras antara siang dan malam, serta minimnya curah hujan.

Pemerintah Kota Batu mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak yang ditimbulkan. Di sektor kesehatan, bayi, lansia, dan penderita gangguan pernapasan menjadi kelompok yang paling rentan terhadap paparan udara dingin. Sementara itu, di sektor pertanian, suhu rendah berpotensi memicu terbentuknya embun es (frost) yang dapat merusak tanaman, sedangkan di sektor peternakan kondisi dingin dapat menyebabkan ternak mengalami stres apabila kandang tidak terlindungi dengan baik.

Untuk mengurangi risiko tersebut, masyarakat disarankan mengenakan pakaian hangat saat beraktivitas pada malam dan pagi hari, menjaga daya tahan tubuh dengan mengonsumsi makanan bergizi dan istirahat yang cukup, melindungi tanaman menggunakan naungan atau plastik mulsa, serta memastikan kandang ternak tetap hangat dan terlindung dari embun maupun angin malam.

Pemkot Batu juga mengajak masyarakat untuk terus memantau informasi prakiraan cuaca melalui kanal resmi BMKG agar dapat mengantisipasi perubahan kondisi cuaca.