- Pemerintahan
Pemkot Batu Kembangkan Smart Integrated Farming, Pertanian Modern Berbasis Teknologi
Pemerintah Kota Batu terus mendorong transformasi sektor pertanian melalui pengembangan Smart Integrated Farming atau pertanian terpadu berbasis teknologi sebagai bagian dari implementasi visi mBatu SAE. Program ini untuk meningkatkan produktivitas, efisiensi, dan kesejahteraan petani melalui pemanfaatan teknologi digital dan sistem pertanian yang terintegrasi.
Smart Integrated Farming menggabungkan teknologi Internet of Things (IoT), Artificial Intelligence (AI), dan analisis data untuk mendukung pengelolaan pertanian secara lebih presisi, mulai dari pemantauan lahan, prediksi masa panen, hingga pengambilan keputusan berbasis data.
Konsep ini juga mengintegrasikan empat sektor usaha, yaitu hortikultura, peternakan, perikanan, serta pengolahan limbah dan energi. Melalui sistem tersebut, limbah dari setiap sektor dapat dimanfaatkan kembali menjadi pupuk organik maupun energi terbarukan, sehingga menciptakan pertanian yang ramah lingkungan dengan prinsip zero waste.
Untuk tahap awal, Pemkot Batu akan mengembangkan kawasan Smart Integrated Farming seluas sekitar 2,2 hektare di Desa Giripurno, Kecamatan Bumiaji. Kawasan ini akan dibagi menjadi empat zona, yakni Visitor Center dan Edukasi, Hortikultura, Peternakan dan Perikanan, serta Pengolahan Limbah dan Energi.
Wali Kota Batu, Nurochman, mengatakan bahwa pengembangan Smart Integrated Farming merupakan langkah strategis untuk memperkuat daya saing sektor pertanian sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.
"Transformasi pertanian harus berjalan seiring dengan perkembangan teknologi. Melalui Smart Integrated Farming, kami ingin menghadirkan sistem pertanian yang lebih modern, efisien, dan berkelanjutan sehingga mampu meningkatkan nilai tambah bagi petani serta mendukung terwujudnya mBatu SAE," ujarnya.
Melalui program ini, Pemerintah Kota berharap bisa meningkatkan produktivitas pertanian, menekan biaya operasional, mengurangi risiko gagal panen, membuka peluang usaha baru, serta memperkuat ketahanan pangan daerah. Ke depan, Smart Integrated Farming diharapkan menjadi model pertanian modern yang dapat mendukung Kota Batu sebagai daerah agropolitan yang inovatif, berdaya saing, dan berkelanjutan.

