- Pemerintahan
Pemkot Batu Revitalisasi Kebun Apel, Jaga Ikon Kota dari Ancaman Kepunahan
Pemerintah Kota Batu sedang melakukan revitalisasi kebun apel untuk menjaga keberlanjutan komoditas yang menjadi identitas sekaligus salah satu penggerak ekonomi masyarakat Kota Batu.
Apel selama ini menjadi bagian penting dari sejarah dan daya tarik Kota Batu. Namun, produksi apel menghadapi sejumlah tantangan, mulai dari perubahan iklim, alih fungsi lahan, usia tanaman yang semakin tua, hingga menurunnya kualitas tanah.
Berdasarkan data Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Batu, luas kebun apel saat ini tinggal sekitar 300 hektare, dengan sebagian besar berada di wilayah Kecamatan Bumiaji.
Pada 2026, Pemkot Batu memulai revitalisasi pada lahan prioritas seluas 3 hektare. Program tersebut akan dikembangkan secara bertahap sesuai kemampuan anggaran dan kondisi lahan.
Revitalisasi dilakukan melalui empat langkah utama, yakni pemulihan kualitas tanah, peremajaan tanaman apel, pendampingan petani, serta riset varietas yang lebih adaptif terhadap perubahan iklim.
Empat varietas apel yang selama ini banyak dibudidayakan di Kota Batu adalah Anna, Rome Beauty, Manalagi, dan Wanglin.
Selain intervensi di tingkat pertanian, Pemkot Batu juga mendorong partisipasi masyarakat melalui kampanye #JagaApelBatu. Masyarakat diajak membeli dan mengonsumsi apel lokal, menjaga lahan pertanian, mendukung program revitalisasi, serta ikut mempromosikan apel Batu.
Upaya tersebut diharapkan mampu menjaga apel tetap menjadi komoditas unggulan, sekaligus memastikan generasi mendatang masih dapat menikmati dan mengenal apel sebagai salah satu ikon Kota Batu.
Apel Batu bukan sekadar buah, tetapi bagian dari identitas dan warisan Kota Batu. Menjaganya berarti menjaga masa depan pertanian dan ekonomi masyarakat Kota Wisata ini.

