03

Sep
  • Pemerintahan

Selangkah Lagi Menuju UNESCO, Kota Batu Tampil Perdana di Seleksi UCCN 2027

  • by Admin
  • 03-09-2026
  • Dinas Komunikasi dan Informatika

Pemerintah Kota Batu resmi mempresentasikan proposal nominasi “UNESCO Creative Cities Network (UCCN) 2027” pada Seleksi Nasional Tahap II di hadapan sembilan anggota Panitia Seleksi Nasional (Panselnas), Rabu (2/9), di Ruang Kompeten, Kementerian Ekonomi Kreatif Republik Indonesia. 

Kota Batu menjadi daerah pertama yang melakukan presentasi setelah dinyatakan lolos Seleksi Nasional Tahap I. Presentasi ini menjadi tahapan penting dalam menentukan daerah yang akan mewakili Indonesia menuju proses nominasi UNESCO. Delegasi Kota Batu dipimpin Wali Kota Batu Nurochman, didampingi Kepala Bappelitbangda Bangun Yulianto, Ketua BPC PHRI Kota Batu Sujud Hariadi, serta Koordinator Tim Dossier UCCN Alan W. Hafiluddin.

Presentasi berlangsung selama 40 menit, terdiri atas 10 menit pemaparan dossier dan 30 menit sesi tanya jawab. Salah satu hal yang menjadi perhatian Panselnas adalah alasan Kota Batu memilih Gastronomi sebagai bidang yang diusulkan dalam UCCN.

Sebelumnya, Pemkot Batu juga menggelar briefing strategis yang melibatkan unsur Hexahelix, mulai Bappelitbangda, Dinas Pariwisata, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Diskumdag, Diskominfo, Bagian Perekonomian dan SDA, Komite Ekonomi Kreatif, PHRI, hingga komunitas industri kreatif. Kolaborasi ini menegaskan bahwa pengusulan UCCN merupakan gerakan bersama yang mengintegrasikan pertanian, kebudayaan, pariwisata, perdagangan, ekonomi kreatif, dan komunikasi publik dalam satu ekosistem.

Wali Kota Batu Nurochman mengatakan, keikutsertaan dalam UCCN merupakan langkah strategis untuk memperkuat posisi Kota Batu sebagai pusat Agrokreatif Gastronomi Indonesia.

“From Mountain Agriculture to Global Gastronomy bukan sekadar slogan, tetapi visi Kota Batu untuk menjadikan kekayaan pertanian, budaya, dan kreativitas sebagai kontribusi Indonesia bagi Jejaring Kota Kreatif UNESCO,” ujar Nurochman.

Dalam dossier “Batu Agrokreatif – From Mountain Agriculture to Global Gastronomy”, Kota Batu mengusung konsep Living Mountain Gastronomy Ecosystem. Gastronomi dipandang bukan sekadar kuliner, tetapi warisan budaya hidup yang menghubungkan pertanian pegunungan, tradisi agraris, petani, UMKM pangan, hingga pengalaman wisata berkelanjutan.

Lima keunggulan utama yang menjadi fondasi nominasi adalah Mountain Agriculture, Living Food Heritage, Community-Based Food System, Tourism as a Market, dan Farm-to-Experience. 

Seleksi Nasional UCCN 2026 diikuti empat daerah, yakni Kota Batu dan Kota Padang pada bidang Gastronomy, Kabupaten Bantul pada bidang Craft & Folk Art, serta Kabupaten Sleman pada bidang Film & Animation.

Hasil seleksi akan diumumkan melalui surat resmi Kementerian Ekonomi Kreatif sebagai penetapan daerah yang akan mewakili Indonesia pada tahapan nominasi UNESCO. Pemkot Batu optimistis kolaborasi Hexahelix dapat membawa model pembangunan berbasis pertanian pegunungan Kota Batu ke panggung global.