10

Sep
  • Pemerintahan

Waspada Abu Vulkanik! Warga Diimbau Lindungi Diri dan Keluarga

  • by Admin
  • 10-09-2026
  • Dinas Komunikasi dan Informatika

Masyarakat yang berada di wilayah terdampak sebaran abu vulkanik akibat erupsi gunung berapi diminta meningkatkan kewaspadaan. Paparan abu vulkanik dalam intensitas tinggi dapat memicu gangguan kesehatan, terutama pada sistem pernapasan dan mata, serta berpotensi menimbulkan kerusakan pada lingkungan maupun properti.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) bersama Palang Merah Indonesia (PMI) mengimbau masyarakat untuk menerapkan sejumlah langkah perlindungan selama kondisi darurat erupsi berlangsung. Kelompok rentan seperti balita, anak-anak, lansia, serta masyarakat yang memiliki riwayat penyakit pernapasan perlu mendapatkan perhatian dan perlindungan ekstra karena lebih berisiko mengalami gangguan kesehatan akibat paparan abu vulkanik.

Masyarakat diimbau untuk membatasi aktivitas di luar rumah, terutama ketika konsentrasi abu vulkanik meningkat. Jika harus keluar rumah, gunakan masker pelindung untuk mengurangi risiko menghirup partikel abu serta gunakan kacamata pelindung atau goggles untuk mencegah iritasi mata. Setelah kembali dari luar rumah, warga dianjurkan segera mandi dan mencuci pakaian yang digunakan. Masyarakat juga diminta tidak membakar sampah karena asap pembakaran dapat semakin memperburuk kualitas udara.

Apabila muncul keluhan kesehatan, terutama gangguan pernapasan (sesak napas) warga diminta segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat.

Abu vulkanik juga dapat masuk ke rumah dan mencemari sumber air serta bahan makanan. Karena itu, tempat penampungan air, sumur, dan persediaan makanan harus ditutup rapat agar tidak terkontaminasi abu. Untuk mengurangi masuknya abu ke dalam rumah, celah pada pintu dan jendela dapat ditutup menggunakan kain basah. Endapan abu di atap dan halaman rumah juga perlu dibersihkan. Saluran air juga perlu dibersihkan untuk mencegah penyumbatan.

Selain itu, masyarakat dianjurkan menyiapkan tas siaga bencana yang berisi dokumen penting, obat-obatan, perlengkapan P3K, air minum, serta alat penerangan. Tas tersebut sebaiknya ditempatkan di lokasi yang mudah dijangkau apabila sewaktu-waktu diperlukan untuk evakuasi.

Di tengah situasi erupsi, masyarakat juga diminta tidak mudah percaya dan menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. Perkembangan aktivitas gunung api, arah sebaran abu, hingga potensi bahaya harus dipantau melalui kanal resmi pemerintah. Informasi dapat diperoleh melalui Badan Geologi, BMKG, BNPB, serta pemerintah daerah dan kanal resmi Dinas Komunikasi dan Informatika setempat.

Kewaspadaan dan kepatuhan terhadap informasi resmi menjadi kunci untuk mengurangi risiko kesehatan dan keselamatan masyarakat selama erupsi maupun sebaran abu vulkanik berlangsung.