18

Sep
  • Pemerintahan

Logo Hari Jadi Kota Batu ke-25 Tahun Resmi Diluncurkan, Usung Semangat Kreatif SAE

  • by Admin
  • 18-09-2026
  • Dinas Komunikasi dan Informatika

Pemerintah Kota Batu resmi meluncurkan Logo Hari Jadi ke-25 Kota Batu di halaman Balai Kota Among Tani, Kamis (17/9). Peluncuran ini menjadi bagian dari rangkaian menuju peringatan Hari Jadi Kota Batu ke-25 yang jatuh pada 17 Oktober 2026.

Mengusung tema “Bangkit Bersama Jaga Alam Raya untuk mBatu SAE Berkelanjutan” dan tagline “Kreatif SAE”, logo tersebut merepresentasikan semangat kebersamaan, kreativitas, pelestarian alam, dan pembangunan berkelanjutan.

Ketua Panitia Hari Jadi Kota Batu ke-25, Badrut Tamam Widarto, mengatakan tema tersebut menekankan tiga pesan, yakni bangkit dan bekerja bersama, menjaga alam sebagai kekuatan Kota Batu, serta mewujudkan pembangunan mBatu SAE yang berkelanjutan.

“Setelah 25 tahun, kita ingin bangkit bersama, bekerja sama dan bekerja bersama-sama. Kita juga memiliki tanggung jawab menjaga alam raya. Karena pembangunan tanpa keberlanjutan pada akhirnya akan sia-sia,” ujarnya.

Sementara itu, Wali Kota Batu Nurochman menyebut usia 25 tahun menjadi momentum untuk melihat perjalanan Kota Batu sekaligus menentukan arah pembangunan ke depan.

“Usia 25 tahun bukanlah waktu yang sebentar untuk berproses. Sekarang kita harus berani melihat ke depan dan bertanya, Kota Batu akan kita bawa ke mana. Jawabannya tentu untuk kemakmuran dan kemaslahatan masyarakat Kota Batu,” kata Nurochman.

Ia menegaskan, kemajuan Kota Batu harus berjalan seiring dengan kelestarian lingkungan. Sebab, pariwisata, pertanian, pangan, dan aktivitas ekonomi masyarakat memiliki keterkaitan erat dengan alam.

“Kota Batu memiliki karakter yang lahir dari alamnya. Karena itu, kemajuan harus berjalan beriringan dengan upaya menjaga lingkungan,” tegasnya.

Secara visual, logo menampilkan angka 25 dengan figur manusia yang melompat sebagai simbol semangat maju, bentang pegunungan sebagai representasi alam, daun untuk pertumbuhan dan keberlanjutan, unsur Bantengan sebagai identitas budaya lokal, serta bintang sebagai simbol harapan dan cita-cita.

Logo dikembangkan oleh lima desainer grafis Diskominfo Kota Batu melalui lima alternatif konsep sebelum ditetapkan sebagai identitas visual Hari Jadi ke-25.

Peluncuran logo berlangsung bersamaan dengan gelaran Batu Street Food Festival (BSFF) #9 pada 17–19 September 2026 di Balai Kota Among Tani. BSFF menjadi salah satu rangkaian menuju peringatan Hari Jadi Kota Batu ke-25.

Dalam kesempatan tersebut, Nurochman juga meminta dukungan masyarakat terhadap perjalanan Kota Batu menuju UNESCO Creative Cities Network (UCCN) 2027 melalui konsep Gastronomi Pegunungan. Kota Batu sebelumnya telah lolos Seleksi Nasional Tahap I dan melanjutkan tahapan presentasi proposal nominasi pada September 2026.

“Semoga ikhtiar Kota Batu dalam membawa potensi gastronomi kita ke tingkat dunia mendapatkan hasil terbaik, tanpa meninggalkan akar, budaya, alam, dan masyarakatnya,” pungkasnya.